Laman

Minggu, 30 Agustus 2015

psychological distress (distres psikologis)

PSYCHOLOGICAL DISTRESS (DISTRES PSIKOLOGIS)
Pengertian psychological distress
Psychological distress adalah keadaan subjektif yang tidak menyenangkan. Menurut Mirowsky dan Ross (2003) distress diakibatkan oleh dua bentuk utama yaitu depresi dan kecemasan. Depresi adalah perasaan sedih, kehilangan semangat, kesepian, putus asa, atau tidak berharga, berharap orang lain mati, kesulitan tidur, menangis, merasa segala sesuatu adalah sebuah usaha, dan tidak mampu untuk pergi. Kecemasan adalah ketegangan, gelisah, khawatir, marah, dan takut.
            Depresi dan kecemasan masing-masing dibagi kedalam dua bentuk yaitu mood (suasana hati) dan malaise (rasa tidak enak pada tubuh) (Mirowsky & Ross, 2003). Mood mengacu pada perasaan seperti kesedihan depresi atau khawatir akan kecemasan. Malaise mengacu pada keadaan tubuh, seperti kelesuan dan gangguan depresi (kegelisahan) dan penyakit otonom seperti sakit kepala, sakit perut, atau pusing dikarnakan kegelisahan. Depresi dan kecemasan, mood dan malaise keduanya terkait dengan dua cara yaitu peta zona sosial yang tinggi dan rendah yang sangat serupa dan orang yang menderita dari biasanya cenderung menderita lebih dari orang lain (meskipun belum tentu pada saat yang sama).
            Chalfant, Heller, Roberts, Briones, Hochbaum, & Farr (1990), mendefinisikan psychological distress sebagai pengalaman terus menerus ketidakbahagiaan, gugup, marah, dan hubungan interpersonal yang bermasalah. Menurut Kessler, et.al, (2002), Psychological distress  adalah suatu ketidakstabilan kondisi yang berdampak pada masalah ketidaknyamanan emosional, kognisi, perilaku, dan perasaan individu seperti kecemasan, suasana hati depresi, kepenatan atau kelelahan, dorongan untuk selalu bergerak tanpa istirahat, dan ketidakberhargaan diri individu.
            Menurut Quick, Quick, Nelson dan Hurrel (1997), distress (strain) individu adalah derajat penyimpangan fungsi kesehatan individu pada fisiologis, psikologis, dan perilaku. Distress individual dan strain biasanya dijumpai gangguan seperti penyakit kardiovaskular (fisiologis), depresi (psikologis), dan kekerasan (perilaku).    
             Menurut Shaheen dan Alam (2010), psychological distress mengarah pada beberapa situasi pemikiran dan perasaan negatif seseorang seperti ketidaknyamanan, frustasi, mudah marah, khawatir, dan cemas. Dalam bentuk sederhana psychological distress dipandang sebagai sebuah konstruk yang mempresentasikan aspek-aspek fungsi negatif (Karim, 2009).  

Ciri-ciri psychological distress
Psychological distress merupakan gangguan depresi dan kecemasan. Berdasarkan Diagnostic and statistical manual of mental disorders – 5th (DSM-V) ciri-ciri psychological distress adalah sebagai berikut:
1.        Gangguan depresif mayor
Gangguan depresif mayor mempresentasikan kondisi klasik pada kelompok gangguan ini. Karakteristik pada gangguan ini memiiki ciri-ciri gejala yang berulang lebih dari 2 minggu dan disertai perubahan afeksi, kognisi, fungsi neurovegentatif dan pemaafan pada peristiwa di dalam diri individu. 
Pada gangguan depresif mayor, lima atau lebih dari simptom berikut yang mempresentasikan serupa selama periode 2 minggu dan diikuti sebuah perubahan dari fungsi sebelumnya;  salah satu dari gejala berikut (1) suasana hati yang depresi (depressed mood),  (2) kehilangan minat atau kesenangan.  
Kriteria diagnostik:
a.         Perasaan depresi lebih dari sehari, hampir setiap hari, sebagai indikasi salah satu laporan subjektif (contohnya, merasa sedih, hampa, putus asa) atau menggunakan observasi orang lain (contohnya, nampak menangis).
(Catatan: pada anak-anak dan remaja dapat menjadi perasaan mudah marah).
b.        Berkurangnya minat atau kesenangan pada semua atau beberapa aktivitas.
c.         Berat badan secara signifikan berkurang ketika tidak melakukam diet atau penambahan berat serta penambahan dan pengurangan pada nafsu makan. (Catatan: pada anak-anak, kegagalan membuat kenaikan pada berat badan).
d.        Insomnia atau hyperimsomnia hampir setiap hari.
e.         Agitasi atau retardasi psikomotorik (merasa kurang beristirahat).
f.         Kelelahan atau kehilangan tenaga.
g.        Merasa tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan.
h.        Berkurang kemampuan untuk berpikir, konsentrasi, atau ragu-ragu.
i.          Berulang kali memikirkan tentang kematian, merencanakan secara spesifik mengenai ide atau percobaan untuk bunuh diri.  
2. Gangguan kecemasan secara umum
Gangguan kecemasan merupakan gangguan yang terbagi dari berbagai macam ketakutan yang berlebihan serta gangguan perilaku yang terkait. Ketakutan adalah respon emosional terhadap ancaman nyata atau yang dirasakan sedangkan kecemasan antisipasi ancaman masa depan.
Kriteria diagnostik untuk gangguan ini adalah sebagai berikut:
a.         Keresahan.
b.        Mudah lelah.
c.         Sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong.
d.        Cepat marah.
e.         Otot menegang.

f.         Gangguan tidur (kesulitan untuk tetap terjaga atau ketidakpuasan tidur). 
Referensi:

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders: DSM-5. — 5th ed. United States of America.
Chalfant, P. H., Heller, P. L., Roberts, A., Briones, D., Aguirre-Hochbaum, S., & Farr, W. (1990). The clergy as a resource for those encountering psychological distress. Review of Religious Research, 31(3), 305-313.
Karim, J. (2009). Emotional intelligence and psychological distress: Testing the mediatory role of affectivity. Europe’s Journal of Psychology, 4, 20-39.
Kessler, R. C., Andrews, G., Colpe,. J., Hiripi, E., Mroczek, D. K., Normand, S. L. T., Walters. E. E., & Zasavsky, A. M. (2002). Short screening scales to monitor population prevalences and trends in non-specific psychological distress. Psychological Medicine, 32.
Mirowsky, J,. & Ross, C. E. (2003). Social causes of psychological distress (2nd ed). New York: Aldine De Gruyter.
Quick, J. C., Quick, J. D., Nelson, D. L., & Hurrell, J. J. Jr. (1997). Preventive stress management in organizations. Washington: American Psychological Association.
Shaheen, F., & Alam, Md. S. (2010). Psychological Distress and its relation to attributional styles and coping strategies among Adolescents. Journal of the Indian Academy of Applied Psychology, 36, 2, 231-238.


Tidak ada komentar: